Pada saat libur kuliah, saya dan teman-teman memutuskan untuk berlibur, namun liburan yang tidak membutuhkan banyak biaya. Akhirnya kami memutuskan untuk berlibur ke Yogyakarta. Kami memutuskan untuk menggunakan kereta api sebagai alat transportasi, dengan tiket Rp40.000 tiket sudah ditangan.
Malam harinya kami berkumpul di Stasiun Kereta Api Senen, Jakarta untuk pergi ke Yogya. Dengan perjalanan yang dimulai malam hari, kami berangkat dari Stasiun Senen pukul 21.00 dan tiba di stasiun Lempuyangan Yogyakarta pagi hari pada pukul 8.00.
Setelah tiba dengan selamat di Yogyakarta, kami memutuskan untuk beristirahat dahulu hingga keesokan harinya di penginapan, karena badan yang lelah akibat perjalanan yang cukup panjang.
Keesokan harinya, setelah sarapan pagi, kami memutuskan untuk memulai perjalanan, dan perjalanan kami kali ini ialah mendaki puncak Kaliurang. Perjalanan kami menuju Kaliurang cukup unik pertama kami menaiki Transjogja dengan ongkos Rp 3500 per-orang menuju Universitas Gadjah Mada, setelah itu kami menaiki bis umum dengan ongkos Rp 10.000 per-orang.
Setelah tiba di Taman Wisata Kaliurang, kami disuguhkan pemandangan yang indah serta udara yang sejuk, dengan membeli tiket seharga Rp 2000 per-orang kami sudah bisa masuk di Taman Wisata Kaliurang, setelah itu kami memutuskan untuk mendaki bukit Kaliurang yang tingginya kurang lebih 800 meter. Dengan medan yang cukup berat akibat letusan Gunung Merapi, kami semua berusaha mendaki bukit Kaliurang.
Setelah mendaki dengan medan yang cukup curam akhirnya kami sampai di puncak bukit kaliurang, terbayar sudah semua kesusahan dengan pemandangan yang indah di atas bukit, serta dari atas bukit kita bisa melihat Gunung Merapi dengan indahnya, tempat yang cocok untuk kami berfoto-foto.
Setelah asyik berfoto-foto, kami memutuskan untuk turun dikarenakan hari sudah mulai sore.
Sampai dibawah kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu karena perut sudah lapar, dan kami memutuskan untuk makan di kantin yang disediakan di Taman Wisata Kaliurang tersebut. Dengan uang Rp 13.000 kami sudah bisa makan dan minum.
No comments:
Post a Comment