Buatlah tulisan dengan tema cita-cita!
Nama saya Nina, sekarang saya baru saja menjadi mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di depok. Setelah mandi, saya berpakaian, setelah itu saya pergi ke kampus menggunakan sepeda motor. Hari ini adalah hari pertama saya mengenyam pendidikan di bangku kuliah, setelah berkutat dengan macetnya kota Depok akhirnya saya sampai juga di kampus baru saya. Saya kuliah disini mengambil jurusan hukum, ini dikarenakan memang cita-cita saya yang sejak SMA ingin menjadi Hakim. Saya sadar karena hukum di Indonesia makin hari makin dispelekan oleh sebagian kalangan, khususnya kalangan atas. Jadi, dengan jurusan yang saya ambil ini saya berharap bisa menjadi hakim yang jujur yang bisa mengubah dunia per-hukuman di Indonesia menjadi adil seadil-adilya sesuai UUD dan Pancasila.
Sesampainya disana saya mendapat teman baru yang satu kelas dengan saya yang ternyata memiliki cita-cita yang sama yaitu menjadi Hakim. Setiap hari kami belajar dengan semangat dan fokus, bahkan jika kami ada tugas kuliah, kami bisa hingga malam berada dikampus, semua itu kami lakukan demi mendapat ipk yang tinggi di awal semester ini. Hingga pada hasil ujian akhir semester 1 kami merasa sangat gugup karena ini adalah ipk pertama kami yang harus kami berikan kepada orangtua kami, dan ternyata kami mendapatkan ipk yang cukup baik yaitu 3.30 dan dengan senang hati kami membertahukan kepada orangtua kami.
Setelah libur paska ujian akhir semester 1 saya dengan semangat untuk masuk kuliah. Semangat yang menggebu untuk mendapatkan ipk yang lebih tinggi lagi. Setiap hari saya lalui dengan belajar dan belajar meski terkadang saya juga menyempatkan waktu uuntuk bermain bersama teman-teman. Hingga hari yang ditunggupun tiba, hari dimana ujian akhir semester 2 dilaksanakan. Berhari-hari saya berkutak dengan soal-soal yang membuat saya pusing, tetapi saya tetap semangat demi membahagiakan orangtua dan demi mewujudkan cita-cita, dan pada hari dimana ipk akan diumumkan saya lagi-lagi merasa sangat gugup, bahkan lebih gugup dari semester lalu. Akhirnya setelah ipk sudah diumumkan saya merasa sangat senang sekaligus sangat bersyukur, karena saya mendapatkan ipk 3,70 dan tidak hanya itu saja saya juga mendapatkan beasiswa selama 3 semester selanjutnya secara cuma-cuma hingga saya lulus menjadi sarjana hukum.
Sesampainya disana saya mendapat teman baru yang satu kelas dengan saya yang ternyata memiliki cita-cita yang sama yaitu menjadi Hakim. Setiap hari kami belajar dengan semangat dan fokus, bahkan jika kami ada tugas kuliah, kami bisa hingga malam berada dikampus, semua itu kami lakukan demi mendapat ipk yang tinggi di awal semester ini. Hingga pada hasil ujian akhir semester 1 kami merasa sangat gugup karena ini adalah ipk pertama kami yang harus kami berikan kepada orangtua kami, dan ternyata kami mendapatkan ipk yang cukup baik yaitu 3.30 dan dengan senang hati kami membertahukan kepada orangtua kami.
Setelah libur paska ujian akhir semester 1 saya dengan semangat untuk masuk kuliah. Semangat yang menggebu untuk mendapatkan ipk yang lebih tinggi lagi. Setiap hari saya lalui dengan belajar dan belajar meski terkadang saya juga menyempatkan waktu uuntuk bermain bersama teman-teman. Hingga hari yang ditunggupun tiba, hari dimana ujian akhir semester 2 dilaksanakan. Berhari-hari saya berkutak dengan soal-soal yang membuat saya pusing, tetapi saya tetap semangat demi membahagiakan orangtua dan demi mewujudkan cita-cita, dan pada hari dimana ipk akan diumumkan saya lagi-lagi merasa sangat gugup, bahkan lebih gugup dari semester lalu. Akhirnya setelah ipk sudah diumumkan saya merasa sangat senang sekaligus sangat bersyukur, karena saya mendapatkan ipk 3,70 dan tidak hanya itu saja saya juga mendapatkan beasiswa selama 3 semester selanjutnya secara cuma-cuma hingga saya lulus menjadi sarjana hukum.
No comments:
Post a Comment